Juli 2007


po-thumb1.jpgTelah berpulang ibunda mertua Hj. Sri Rukayah pada 10 Juli 2007, semoga almarhumah diterima amal ibadahnya dan bagi yang ditinggalkan semoga diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi cobaanNYA..amien.
Ibunda dikenal sebagai orang yang sabar dan tegar, mencintai dan menyayangi anak-anaknya dengan cara yang lain..berusaha untuk mencukupi segala kebutuhan keluarganya, pekerja keras dan tangguh.
Selamat berpulang ke rahmatullah Ibu..semoga ibu mendapatkan tempat yang layak di sisi ALLAH swt..

Bagaimana cara mengetim coklat yang baik, sehingga air tidak menyiprat masuk ke dalam coklat? Karena setetes saja air masuk ke coklat, dijamin coklatnya ngambek, alias menggumpal dengan sukses.

Banyak pastry chef berbintang justru menyarankan bahwa mengetim coklat yang baik adalah PANCI BAWAH LEBIH KECIL daripada panci untuk coklatnya, dan pake api kecil aja untuk manasin panci airnya. Sekedar sampe coklatnya melunak, matiin api dan biarkan si coklat meneruskan perjalanan lelehnya memanfaatkan sisa2 panas yang ada dibawahnya.

Alasan metode ini:

Menjaga coklat tidak tersentuh uap air setetes pun, disamping itu proses meleleh yang berlangsung perlahan menghasilkan tekstur coklat yang lebih smooth. Khususnya kalo pake coklat kovertur yang sangat sensitif terhadap panas (karena lemak yang dipake 100% cocoa butter), proses pengetiman kovertur perlu perhatian lebih daripada coklat biasa.

Metode tim seperti ini paling cocok untuk bikin coklat candy (praline & truffle), coating dan saus coklat, karena syarat sajian ini adalah texture does matter.

Tapi kalo untuk campuran adonan kue, ngetim dengan cara biasa mah no problem waeetim_coklat.gife…

Jadi si panci coklat duduk menjajah si panci kecil. Biar nyusunnya gampang, aku yang bawah pake panci susu kecil, trus untuk coklatnya pake mangkuk stainless yang diameter 25 sentian tuh. Nah kalo pake mangkok kan jongkoknya bisa stabil diatas panci susu (juga lebih klop nutupin panci susunya).

Cara ini memanfaatkan panas uap air panci kecil yang ngumpul & tertahan pantat panci coklat, tanpa ada risiko coklat terciprat air.

Demikianlah tulisan saya ini Smoga bermanfaat, kalo ada yang mo ditanyakan silahkan isi di komentar Ok!!

Bagi para pemula yang pengen banget buat cake seperti bolu, atau brownies aku sarankan pake cara dikukus aja dulu ketimbang pake oven karena kalo belum ahli bener, kuenya bakalan gosong atau bantat. lebih baik dikukus aja karena selain terhindar dari kegagalan dalam membuat kuenya, rasa kue yang dikukus ini juga gak kalah enaknya kok dibanding kue oven. berikut aku berikan tips cara mengukus kue yang baik:

  • Pastikan air kukusan sudah mendidih dan menghasilkan banyak uap.
  • Lapisi tutup dandang dengan serbet, meskipun dandangnya sudah punya saluran untuk mengeluarkan uap air berlebih.
  • Ketika loyang dimasukkan ke dandang/kukusan, gunakan api sedang. Api besar ternyata berpengaruh terhadap hasil akhir dari cake kukus lhooo. Yang penting, apinya sudah cukup untuk mempertahankan air kukusan tetep mendidih dan menghasilkan uap yang cukup banyak.
  • Lapisi loyang dengan kertas roti atau parchment paper. Kalo gak ada pake plastik bekas gula juga gak apa-apa kok. Jangan kuatir takut plastiknya meleleh, karena kalo dengan cara dikukus, tuh plastik gak bakal meleleh kok.
  • Khusus untuk bolkus dan muffin, gunakan api besar.
  • Jika mengukus cake dengan cara berlapis, tiap lapisan cukup dikukus selama 5 s/d 10 menit sebelum memasukkan lapisan berikutnya. Setelah adonan habis, selesaikan dengan mengukusnya selama 15 s/d 20 menit.
  • Sedangkan jika seluruh adonan dikukus sekaligus, 40 menit adalah waktu yang cukup untuk mengukusnya.
  • Brokus yang udah matang, sebaiknya lsg dikeluarkan dari kukusan, diamkan sebentar, lalu segera dikeluarkan dari loyang… kalo kelamaan dikukusan, meskipun di kukusan udah dibuka tutupnya, bagian bawah akan basah ga karuan… (( stl dikeluarkan dari loyang, diamkan juga dalam keadaan terbalik.. jadi bagian bawahnya biar agak adem dulu, baru deh dibalik lage.. tapiiii… kertas roti jgn dilepas dulu sebelum benar2 dingin.. terutama kertas roti yang nempel di pinggir kue.. biar ga jadi rusak kuenya yaaa…
  • Kalo menyimpan, cake/kue kukus bisa disimpan di kulkas.. dan jika ingin menyantapnya, cukup dikukus lagi selama 5 – 10 menit.
  • Kalau mau membuat kue kukus dengan lapisan, jangan pernah mengeluarkan loyang dari kukusan.. penambahan dilakukan dengan posisi loyang tetap di dalam kukusan.. jika merasa tidak nyaman karena panas, disarankan untuk menggunakan sarung tangan

oke selamat mencoba ya..!!

Mengenal Hiragana

Untuk menuliskan kata, kita cukup menggabungkan huruf per huruf. Misal seperti contoh diatas, WATASHI bisa ditulis dengan menggabungkan huruf WA + TA + SHI. Oh iya, untuk penulisan Bahasa Jepang sebenernya tidak pernah ada spasi, tapi untuk tahap belajar, biasanya ada buku yang menggunakan spasi antar tiap kata atau menggunakan spasi setelah partikel.
Yang perlu diperhatikan lagi adalah, di dalam Bahasa Jepang ada konsonan rangkap dan vocal panjang. Ini penting karena beda panjang pendek dan rangkap tidaknya konsonan suatu kata bisa mengubah artinya.
Untuk konsonan rangkap bisa kita tulis dengan menyisipkan huruf TSU kecil. Misalnya, kata KEKKOU ditulis dengan huruf KE + TSU kecil + KO + U (besar huruf TSU kecil –dan huruf kecil YA YU YO atau yang lain– yang paling ideal adalah: tinggi setengah dari huruf besar, jadi ukurannya cuma seperempat huruf besar.
Aturan konsonan rangkap di atas tidak berlaku untuk NN dobel karena dalam Hiragana ada huruf N (dibaca NG), jadi MINNA ditulis MI + N + NA.
Kemudian untuk vocal panjang ada beberapa macam cara penulisan.
Vokal panjang A AA ditulis dengan menambah huruf A
Vokal panjang I II ditulis dengan menambah huruf I
Vokal panjang U UU ditulis dengan menambah huruf U
Vokal panjang E EE / EI ditulis dengan menambah huruf E atau I
Vokal panjang O OO / OU ditulis dengan menambah huruf O atau U
Contohnya kata SENSEI (:guru), sukukata SE yang belakang panjang, bunyi SE panjang-nya diperoleh dengan menambahkan huruf I. Lalu kata ONEESAN (:kakak cewek, untuk orang lain), bunyi NE-nya dipanjangkan dengan menambah huruf E dibelakang NE.
Tapi yang perlu diperhatikan adalah, untuk masing-masing kata sudah ditentukan cara menulis vocal panjangnya. Misalnya GAKKOU (: sekolah), walaupun ada yang menulis Romaji-nya dengan GAKKOO, tapi tetap saja penulisannya menggunakan GA + TSU kecil + KO + U, U tersebut tidak bisa diganti O walaupun akan sama-sama berbunyi KO panjang. Itu yang perlu hati-hati ya.
Kalau per kata sudah, sekarang kita mulai menulis kalimat. (untuk struktur dan cara penyusunan kalimat, silakan lihat di artikel yang terdahulu).
Intinya untuk penulisan dalam kalimat, tinggal menggabung-gabungkan kata-kata saja. Untuk spasi bisa beri bisa juga tidak (untuk tahap pemula lebih baik diberi spasi tiap kata, agar lebih mudah membacanya). Yang perlu diperhatikan adalah setiap akhir kalimat harus diberi titik / maru (lihat contoh). Kemudian untuk partikel WA, partikel E dan partikel O ditulis dengan menggunakan huruf HA, HE dan WO.

Mengenal Katakana 

Setelah mempelajari Hiragana, kali ini kita akan belajar Katakana. sebenernya, Katakana tuh cenderung lebih simple daripada Hiragana. Karakter hurufnya cederung kaku dan mudah ditulis, tidak melengkung atau berkelok-kelok seperti Hiragana.

Tapi nyatanya siswa tingkat dasar lebih susah mengingat Katakana dibadingkan Hiragana. Mungkin karena dalam pelajaran, Huruf Hiragana lebih sering muncul daripada Katakana.
Pada dasarnya Katakana juga terdiri dari 46 karakter utama (walaupun WO jarang sekali digunakan, jadi bisa dianggap cuma 45^^). Ada juga penambahan tenten, maru, dan YA YU YO kecil untuk karakter YOON. Selain itu ada beberapa penambahan kombinasi huruf yang lazim dipakai untuk mengadopsi bunyi-bunyi dari bahasa asing. Misalnya FA diperoleh dengan menggabungkan FU dan A kecil. Huruf yang didepan diambil konsonannya, dan yang dibelakang diambil bunyi vokalnya.
Untuk konsonan rangkap, aturannya sama dengan Hiragana. Ditulis dengan menyisipkan TSU kecil (dalam hal ini TSU kecil Katakana) kecuali NN yang memang menpunyai huruf N sendiri.
Untuk vocal panjang, aturan Katakana lebih mudah, yaitu tinggal menambahkan SEN atau garis mendatar untuk vocal panjang A I U E maupun O. Jadi lebih praktis kan ya.
Yang agak memerlukan pemahaman adalah, walaupun orang Jepang menggunakan Katakana untuk menuliskan bahasa serapan, tapi kata asing tersebut terlebih dahulu di-alihbunyikan menggunakan logat bahasa Jepang. Walaupun mereka ada yang bisa mengucapkannya kata asing mirip aslinya, tapi mereka lebih suka mengucapkan kata asing menggunakan logat Jepang. Misalnya kata SOCCER di ucapkan menjadi SAKKAA. TELEVISION diambil yang depan saja menjadi TEREBI (V=B), TELEPHONE CARD menjadi TEREHON KAADO (L=R) dst. Makanya nama MILA jika diucapkan dalam dengan logat Jepang menjadi MIRA, FIRMAN menjadi FIRUMAN dst. Kalo udah begini, kelihatan kalau orang Jepang tuh suka semena-mena yak, hehehe.
ASAL KATA BAHASA JEPANG
DEPARTEMENT STORE =>DEPAATO (huruf R jadi bunyi panjang)
APARTMENT =>APAATO
SOFTWARE =>SOFUTO / SOFUTOWEA
RADIO =>RAJIO
SHIRT =>SHATSU
MILK =>MIRUKU (L=R, vokalnya diambilkan U)
ADVISE =>ADOBAISU
SHARP PENCIL => SHAAPUPENSHIRU
DUCTH =>DOITSU
AMERIKA =>AMERIKA (bunyi E tetap E)
SEMARANG =>SUMARAN (bunyi E* menjadi U)
KERJA =>KURUJA
RAHMAT => RAMAT / RAAMAT / RAFUMAT
TRIWAHYONO => TORIWAHIYONO
ANDRI => ANDORI
GEORGE => JOOJI
FIKRI => FIKURI
Raviza => Rafuiza

oke sampai sini dulu ya kalau ada masalah ataupun sekedar ingin tanya-tanya silahkan kirim di komentar saya ya. Jya mata ne!! Otsukaresama deshita. ^v^

Ada beberapa cara untuk memanggil orang lain dalam Bahasa Jepang. Cara memanggil tersebut dipengaruhi tingkat kedekatan/keakraban dengan lawan bicara, faktor usia, kedudukan dalam suatu organisasi, dan senioritas.
Secara umum ada beberapa kata yang bisa ditambahkan di belakang nama seseorang.

1. SAN
Bisa diartikan Saudari, Saudari, Bapak, Ibu, Tuan, Nyonya, Nona dsb. Kita bisa menambahkan SAN pada nama orang lain baik laki-laki maupun perempuan untuk memberi kesan kita menghormati dia. MIRA-san = saudara MIRA, YAMADA-san = tuan YAMADA dsb.
2. SAMA
Lebih tinggi dan lebih sopan daripada SAN. Dipakai untuk menyebut kaisar, raja, Tuhan dan orang-orang yang sangat dihormati. OOSAMA = raja, KAMISAMA = Tuhan, SUHARTO-sama = Bapak Suharto dsb.
3. KUN
Digunakan untuk memanggil orang yang sudah sangat akrab dengan kita (khusus jika yang kita panggil adalah laki-laki), bisa juga untuk memanggil anak laki-laki yang lebih muda dari kita. Di Jepang, KUN biasa digunakan dibelakang NAMAE (given name, nama diri sendiri), bukan dibelakang MYOUJI (atau family name / nama keluarga) (walaupun ada juga yang pake MYOUJI + KUN tapi dikit banget). Kalau namanya TEPPEI KOIKE, maka kita bisa manggil dia KOIKE-san atau TEPPEI-san, atau kalau sudah akrab bisa manggil pakai TEPPEI-kun. Jangan sembarangan pakai KUN ke orang yang belum akrab ya. Bukannya apa-apa, daripada dapat tamparan lebih baik kan manggil dengan yang lebih sopan, hehehe.
4. CHAN
CHAN biasa dipakai di belakang NAMAE. Digunakan untuk memanggil anak kecil dan mempunyai kesan yang dipanggil tuh masih imut-imut. Pernah dengar kan, SHIN-CHAN, MARUKO-CHAN dsb. Selain itu ketika orang Jepang manggil cowok atau ceweknya biasa juga pake CHAN. Kalo namanya TETSUYA bisa disingkat jadi TET-CHAN artinya kira-kira TETSU sayang, gitu hehehehe ^_^

Selain menambahkan beberapa kata di atas di belakang nama orang lain, bisa juga kita manggil orang lain pake nama jabatannya. Yang paling sering dipake antara lain:
1. SHACHOU
Artinya direktur perusahaan.
2. BUCHOU
Berarti manager / kepala bagian. Bisa juga kita nambahkan MYOUJI-nya di depan. Kalo yang belajar pake Minna no Nihongo pasti ga asing dengan nama Matsumoto-Buchou.
3. SENSEI
Di depannya bisa kita tambahkan nama, atau langsung menyebut dengan SENSEI saja. Selain untuk memanggil guru atau dosen kita, kata sensei juga dipakai untuk memanggil orang yang telah mengajari kita sesuatu pengetahuan baru, apa saja (jadi, panggil saya YOHAN SENSEI ya ^_^”) Sensei juga dipakai untuk memanggil dokter, pengacara, komikus, dan orang-orang yang dianggap sangat kompeten di bidangnya.
4. SENPAI
Artinya senior. Orang Jepang sangat menjunjung senioritas baik di sekolah, tempat kerja maupun organisasi lain. Makanya banyak anak sekolah yang tunduk dan ga berani macem-macem sama seniornya (bahkan sampai ada kekerasan dan pelecehan yang ga terungkap cuma karena takut sama seniornya lho, dan kasus kayak gitu ga cuma satu dua+_+). Sama seperti SENSEI kata SENPAI bisa langsung digunakan, atau menambahkan nama di depannya.

Ada lagi cara memanggil orang lain menggunakan jenis pekerjaan / bidangnya + SAN, contohnya:
1. TAIKO-SAN
Untuk memanggil orang yang suka main taiko / drum Jepang.
2. SHACHOU-SAN
Untuk memanggil pimpinan perusahaan kita.
3. OMAWARI-SAN
Untuk memanggil orang yang suka berputar-putar, hehehe, kalau disini maksudnya polisi (kan suka patroli ya^^).
4. KONPYUUTAA-SAN
Untuk memanggil orang yang kerja di bagian komputer, dsb.
Jya, gakusei-san tachi ^_^ kyou wa korede owarimashou.

(source:yohanpuri.blogspot.com)

typo35.jpg

typo36.jpg

typo37.jpg

ket: gambar 1) Hiragana a-i-u-e-o, ada lebih dari 40 macam karakter

gambar 2) Katakana a-i-u-e-o, juga terdapat lebih dari 4o karakter

gambar 3) Kanji, terdapat ribuan karakter Kanji dan setiap karakter mewakili sebuah arti, dari kiri ke kanan: “mata, pohon, burung, tangan, dan gunung”.

Mengenal Huruf dalam Bahasa Jepang (1)

Bagian Satu : Tentang Kanji, Hiragana, Katakana dan Romaji
Halo. Selamat datang..Kali ini kita akan mempelajari huruf / aksara yang dipakai dalam penulisan Bahasa Jepang. Minasan sudah tahu? Pernah belajar?
Ok, kita mulai, ya. Kalau minasan lihat gambar di atas/samping, itu semua adalah contoh huruf Jepang. Nomor 1, 2, 3, dan 4 semuanya dibaca SAKURA artinya bunga sakura. Jadi dalam Bahasa Jepang huruf yang digunakan 4 macam, yaitu Kanji, Hiragana, Katakana dan Romaji (atau ada juga yang menyebutnya Romanji). Lhoh, kok banyak banget ya hurufnya? Hehehe, iya memang dan susahnya keempat-empatnya tuh dipakai semua dalam Bahasa Jepang.
Ceritanya nih duluuuu sekali, orang Jepang tidak punya karakter tulisan untuk menuliskan Bahasa Jepang. Mereka cuma mengenal cara menggambar yang sangat tidak praktis. Coba bayangkan, kalau misalnya mau nulis “pada jaman dahulu kala, tinggallah seekor singa galak, kejam, bringas -namun sayang kepada teman-temannya- bersama 10 keluarganya di hutan yang sangat lebat”, trus nulisnya pake gambar gimana hayo…. Susah kan ya ^_^
Orang Jepang kemudian berpikir cara yang lebih praktis. Mereka akhirnya berpikir untuk memakai huruf China dan mengirimkan orang-orangnya untuk belajar huruf China.
Huruf China yang mereka pelajari dan kemudian nanti dikenal dengan nama Kanji ini, tidak serta merta langsung digunakan dalam Bahasa Jepang. Ini nih yang agak perlu pemahaman. Orang Jepang cuma mengambil karakter huruf-nya saja, tidak mengambil bunyinya (ada sedikit ding). Makanya kalau ada huruf yang artinya “orang/manusia” orang Jepang membacanya “hito” atau “nin” atau “jin” sementara orang China (kalo ga salah ni) membacanya “ren”. Walaupun pada akhirnya nanti ada beberapa cara baca China yang juga diadopsi ke Bahasa Jepang.
Itulah kenapa pembelajar Bahasa Jepang yang berasal dari negara yang menggunakan huruf Kanji, misalnya China, Korea, Taiwan dsb akan lebih cepat menguasai Bahasa Jepang. Alasannya selain artinya yang masih kebanyakan sama atau mirip, bunyi atau cara bacanya pun kadang-kadang juga masih mirip.

Itulah, huruf Kanji akhirnya digunakan dalam Bahasa Jepang. (cerita di atas itu ‘katanya’ lho, ya, soalnya pas kejadian saya belum lahir, jadi ga tau bener ato tidaknya^^ nanti saya cek lagi ke beberapa buku lainnya, hehehe)
Sekarang kita bahas satu per satu ya.
Yang pertama, Kanji. “Kan” artinya “China”, “Ji” artinya “Huruf”, jadi kanji asal katanya berarti huruf China (makanya jangan pakai embel2 kata “huruf “ lagi ya, ‘HURUF Kanji’ itu cara penyebutan yang salah, yang betul KANJI saja).
Kanji ada yang cuma terdiri dari 1 coretan (kanji 1 atau ichi misalnya) ada juga yang sampai satu huruf terdiri dari lebih dari 32 coretan (hhuuaww….)
Tiap kanji biasanya sudah berdiri sendiri dan punya cara baca serta arti sendiri-sendiri, tapi jangan heran kalau ada juga sebuah Kanji yang punya tiga, empat atau mungkin lebih dari lima cara baca. Ini tidak sulit kok! Tidak seperti kelihatannya. Bahkan kalau sudah belajar nanti belajar Kanji jadi salah satu hal menarik ketika kita belajar Bahasa Jepang. Kanji tuh keren loh, ga susah lagi. Lain kali kita akan bahas lebih lanjut tentang Kanji ya…
Kembali ke pembahasan tentang huruf Jepang. Huruf kedua adalah Hiragana. Hiragana merupakan penyederhanaan dari Kanji. Untuk beberapa alasan orang Jepang merasa Kanji tidak begitu praktis untuk digunakan dalam beberapa kesempatan, makanya mereka menyederhanakan Kanji menjadi Hiragana.
Tidak seperti Kanji yang tiap huruf punya arti, Hiragana lebih mirip Aksara Jawa kita. Hurufnya berbunyi menurut baris A I U E O, KA KI KU KE KO, SA SHI SU SE SO, dst. (untuk lebih jelasnya lihat bagian 2 pelajaran mengenal Hiragana).
Hiragana terdiri dari 46 huruf / karakter utama. Selain itu cuma turunan dari karakter utama yang bisa dipelajari perubahannya. Jika huruf di baris KA, SA, TA, dan BA diberi tenten (dibaca: tengteng) atau chonchon (chongchong) yaitu dua garis kecil di kanan atas yang mirip tanda kutip, maka bunyi huruf tersebut menjadi lebih berat. KA menjadi GA, SA menjadi ZA dsb. Ada 20 huruf seperti ini, dan dinamakan karakter dakuon.
Jika pada baris BA, tenten-nya diganti dengan maru (lingkaran) maka suara menjadi lebih berat lagi, PA PI PU PE PO dsb.

Selain huruf di atas, ada satu jenis karakter lagi yang diperoleh dengan menggabungkan huruf-huruf yang berbunyi akhiran I ditambah YA, YU, atau YO kecil. Karakter Hiragana ini dinamakan karakter Yoon.
Yang perlu diperhatikan ketika kita mengetikkan Hiragana di komputer adalah huruf CHI yang diberi tenten bisa muncul jika kita mengetikkan DI, TSU tenten muncul jika kita mengetikkan DU, WO (partikel O) muncul jika kita ngetikkan WO, dan N muncul jika kita mengetikkan NN.
Untuk fungsinya, Hiragana digunakan penuh oleh mereka yang baru belajar Bahasa Jepang dan belum belajar Kanji. Hiragana juga dipakai di atas Kanji (disebut okurigana) untuk menunjukkan cara baca Kanji tersebut. Partikel-partikel dan kata-kata asli Bahasa Jepang bisa dengan bebas kita tulis menggunakan Hiragana, dsb. Begituu…
Itu Hiragana ya….. Terus selain Kanji dan Hiragana, ada juga Katakana. Katakana ini sekarang dipakai untuk menuliskan kata-kata serapan dari bahasa asing, nama-nama orang asing, nama-nama spesies walaupun aslinya menggunakan Bahasa Jepang, kata-kata asli Bahasa Jepang yang berkonotasi negative, dan kata-kata yang mendapatkan penekanan dalam suatu kalimat. Cara dan aturan penulisannya mirip dengan Hiragana.

Satu huruf lagi adalah Romaji atau juga ada yang menyebut Romanji. “Roma” adalah nama “Kota Roma” di Italia. Yang dimaksud Romaji adalah huruf yang terdiri dari alphabet A sampai Z yang setiap hari kita gunakan. Kalau cara nulisnya ga perlu belajar kan ya. Orang Jepang kadang-kadang menggunakan Romaji di kesempatan dia tidak bisa memakai karakter Bahasa Jepang, misalnya pas ngirim sms atau e-mail pakai HP ataw komputer Indonesia yang ga ada Japanese Character-nya. Di tempat2 umum di Jepang, kadang2 penunjuk jalan atau arah juga disediakan versi Romaji-nya untuk memudahkan orang asing.
Yang mungkin diperhatikan adalah ada beberapa orang Jepang yang versi tulisan Romaji-nya berbeda walaupun cara baca atau pelafalannya sama. Lengkapnya lihat table di bawah ya. Ada beberapa cara penulisan (romanisasi) yang berbeda, tetapi cara bacanya tetep sama.
Romaji versi I Romaji versi II Pelafalan
SHI SI SHI
CHI TI CHI
TSU TU TSU
WA HA WA (untuk partikel)
FU FU / HU FU
E HE E (untuk partikel)
RA / RI / RU / RE / RO LA / LI / LU / LE / LO RA / RI / RU / RE / RO
O WO O (untuk partikel)
JI DI JI (untuk CHI tenten)
ZU DU ZU (untuk TSU tenten)
SHA / SHU / SHO SYA / SYU / SYO SHA / SHU / SHO
CHA / CHU / SHO CYA / CYU / CYO CHA / CHU / CHO
JA / JU / JO JYA / JYU / JYO JA / JU / JO (dari SHI)
JA / JU / JO DYA / DYU / DYO JA / JU / JO (dari CHI)
OU OO / OU OO (bunyi O panjang)
TI THI TI (katakana)
TU TOLU TU (katakana)
Jadi, itsumo bisa juga ditulis itumo, tsuzukimasu bisa ditulis tsudukimasu, ja mata ashita bisa ditulis jya mata asita dsb.

ok, sekian dulu ya minasan, kalo ada yang mo ditanya-tanya silahkan isi di komentar, ok!

Bingung nyari menu masakan buat pesta hajatan, arisan atau catering? coba aja resep ini selain gampang banget buatnya..rasanya juga enyyak banget..gak percaya..?? silahkan cobain yaaa…

Bahan
125 gr Bihun Kering, rendam dengan air panas
3 sdm kecap manis
100 gr daging ayam, potong memanjang
100 gr Udang kupas
1 sdm Saus Tiram
1/2 sdt minyak wijen
1 sdm Kecap ikan
100 ml air
2 batang daun bawang iris

Haluskan:
3 siung bawang merah
2 siung bawang putih
1 sdt merica
garam secukupnya

cara membuat:
1. Tiriskan bihun yang sudah lunak, setelah air habis, aduk rata
2. Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum,
3. Masukkan ayam dan udang, aduk rata sebentar, lalu masukkan air
4. Masukkan saos tiram, minyak wijen dan kecap ikan, masak hingga mateng
5. Masukkan bihun yang sudah dibalur kecap, aduk sampai rata dan bumbu meresap
6. Masukkan daun bawang, aduk sebentar, lalu angkat
7. Sajikan dengan taburan bawang goreng dan daun bawang.

Laman Berikutnya »