Agustus 2007


Kalau teman-teman sempat berkunjung ke gorontalo gak ada salahnya lho mengunjungi danau limboto..satu2nya danau yang ada di provinsi gorontalo..Danau Limboto telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari detak kehidupan penduduk di sekelilingnya. Terletak di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bone Bolango, Danau yang cukup besar di Sulawesi ini terhampar di ketinggian 4,50 meter di atas permukaan laut (dpl). Dengan luas ± 3000 hektar, Danau ini dikelilingi oleh lima kecamatan. Yaitu, Kecamatan Limboto, Telaga, Telaga Biru, Batuda’a, dan Kota Barat yang merupakan wilayah Gorontalo Kota. Selain Sungai Bone Bolango, Danau Limboto ini merupakan muara dari empat sungai besar yang berhulu di Kabupaten Gorontalo. Keempat sungai tersebut adalah: Sungai Alo, Sungai Daenaa, Sungai Bionga, dan Sungai Molalahu. Sementara itu, Danau ini juga merupakan hulu dari Sungai Tapodo yang muaranya menyatu dengan Sungai Bone Bolango dan mengalir terus ke laut.danlimboto.jpg

Jika ditinjau dari letak kawasan Danau yang dikelilingi perbukitan, tak tertutup kemungkinan bahwa Danau ini merupakan sebuah kaldera dari sebuah gunung berapi yang meletus ribuan tahun lalu. Kemungkinan ini sangat besar mengingat Pulau Sulawesi merupakan sebuah pulau di Kepulauan Sunda Besar yang sarat dengan gunung-gunung berapi.

Sejak lama, Danau Limboto ini telah menjadi sumberdaya perikanan air tawar bagi penduduk di sekitarnya. Memang Danau ini memiliki multi fungsi baik bagi penduduk sekitarnya maupun kawasan Kabupaten Gorontalo umumnya. Ia juga merupakan sumber air tawar sekaligus penyangga kehidupan dan tata air bagi masyarakat di bantaran sungai-sungainya. Dengan demikian Danau ini merupakan pengendali banjir bagi sebagian besar kawasan Kabupaten. Melihat kesemua peran dan fungsinya yang sangat penting itu, dapat dikatakan bahwa Danau Limboto memegang peran esensial bagi keseimbangan alam dan ekosistem kawasan.

Mungkin peran penting dan multi fungsi yang disebutkan di atas turut pula memiliki andil dalam perjalanan sejarah negeri ini. Oleh karena, Bung Karno –yang terkenal pandai mengangkat fenomena alam dan sosial negeri ini ke dalam tindakan-tindakan simbolis– pernah mendarat di perairan Danau Limboto. Hal yang sama juga dilakukannya di Danau Tondano, Provinsi Sulawesi Utara. Kunjungan Presiden Pertama Republik Indonesia sendiri rupanya membekas dalam di benak masyarakat Gorontalo. Dan hal ini, ditandai oleh dibangunnya sebuah situs sejarah berupa musium mungil yang apik di tepian Danau. Sebuah dermaga kayu yang terpeliharan sangat baik dibangun pula di depan musium. Dari dermaga yang menjorok cukup jauh ke tengah Danau, kita dapat menikmati panorama Danau Limboto yang sangat indah.

pantai-leato.jpg

Gemulung ombak bergerak perlahan menghempas tepian pantai. Sejauh mata memandang terhampar samudra dengan keelokan alamnya. Di ufuk barat mentari mulai memasuki batas cakrawala. Langit dan air

laut memantulkan warna kemerah-merahan. Begitulah pesona sunset di Pantai Leato.

Suasana menakjubkan di kala senja itu sangat menggugah hati manusia akan kebesaran Sang Pencipta. Apabila seorang fotografer mampu mengabadikan momen itu dengan baik, tentu foto yang dihasilkan akan dikagumi orang. Tetapi kalau sunset itu disaksikan secara langsung, tentu saja kekaguman itu akan melebihi apa yang terlihat dalam foto.

Pantai Leato terdapat di Kelurahan Leato, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. Untuk mencapai lokasi pantai itu pengunjung hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit, dengan jarak tempuh sekitar 5 km dari pusat kota. Perjalanan menuju ke sana dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi, atau menggunakan angkot jurusan Leato dengan tarif Rp 1.000 per orang.

Barangkali memang sudah ditakdirkan Sang Pencipta, jika di bagian selatan Teluk Tomini ini terdapat sejumlah pantai yang indah. Dari pantai Leato hingga ke Kecamatan Bonepantai (Kabupaten Gorontalo) yang berbatasan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow, kita dapat menjumpai beberapa pantai dengan pesona yang sangat memikat.

Akan tetapi, jika dibandingkan dengan pantai lainnya, maka Pantai Leato memiliki keistimewaan tersendiri. Kalau pantai lainnya berada di bawah jurang atau jauh dari jalan, tidak demikian dengan Pantai Leato. Pantai ini terdapat di tepi jalan dengan hamparan pasir putihnya. Letak pantai ini pun cukup strategis karena berdekatan dengan Pelabuhan Feri dan Pelabuhan Gorontalo. Hal ini sangat mendukung untuk pengembangannya.

Menikmati pemandangan alam dan keelokan samudra di Pantai Leato, mengajak kita menyatu dengan alam. Kelembutan ombaknya memungkinkan pengunjung dapat berjalan dengan tenang di tepian pantai itu. Terkadang sejumlah perahu nelayan merapat ke pinggiran pantai. Para pengunjung dapat membeli beberapa ekor ikan, dari nelayan yang ada di atas perahu. Inilah salah satu dari sekian banyak suasana yang ditawarkan untuk wisatawan.

Jika pada suatu ketika Anda datang di Provinsi Gorontalo, tidak ada salahnya 27062007_trav_gorontalo.jpgmengunjungi Pantai Bolihutuo yang terletak di Kabupaten Boalemo, kira-kira 120 km ke arah barat Kota Gorontalo. Tentu saja di Kota Gorontalo sendiri sudah tersedia objek wisata pantai, yaitu Pantai Ria. Akan tetapi Bolihutuo cocok sebagai tempat untuk menenangkan diri dari segala rupa hiruk-pikuk kesibukan perkotaan. Kota Boalemo berjarak kurang lebih 100 km dari Gorontalo, ditempuh pakai kendaraan pribadi atau pun kendaraan umum dengan ongkos Rp15.000 per orang. Kota ini berada di tepi jalur Lintas Sulawesi.

Selama perjalanan, kita akan disuguhi pemandangan alam yang sejuk, hijau, lembah dan bukit ditandai dengan lambaian pohon kelapa, persis seperti syair lagu Rayuan Pulau Kelapa itu. Di sepanjang jalan itu pula kita bisa berhenti di beberapa tempat untuk membeli oleh-oleh seperti pisang yang besar-besar buahnya, makanan khas Gorontalo seperti ilabulo (daging, lemak serta kulit ayam yang dimasak pakai pati sagu), binte biluhuta (sup jagung yang lezat) serta dodol khas daerah sana.

Atau menikmati jagung pulut di Paguyaman, di dekat lokasi transmigrasi. Jagung ini memiliki tongkol yang lebih kecil dibandingkan dengan jagung biasa, namun rasanya sangat khas, lembut dan gurih.

Kota Boalemo semula adalah ibu kota kecamatan, yang kemudian dimekarkan menjadi sebuah kabupaten setelah Gorontalo berdiri terpisah dari Provinsi Sulawesi Utara menjadi provinsi tersendiri. Kota kecil ini masih dihiasi oleh pepohonan yang menghijau dengan ketenangan dan keramahan penduduknya yang khas.

Di sana kita mendapatkan tiga hotel sederhana yang cukup bersih dan memadai, yaitu Hotel Pratama, yang mengenakan tarif per orang Rp 25.000, dan memiliki beberapa kamar ber-AC. Hotel ini terletak di luar kota, kira-kira tiga kilometer menjelang Boalemo. Kemudian ada Hotel Indraloka yang berlantai dua dengan tarif Rp 25.000 dan tersedia kira-kira 20 kamar. Sebuah lagi adalah cottage yang milik pemerintah kabupaten dan dapat disewa oleh umum dengan pemberitahuan terlebih dahulu, letaknya di pantai Bolihutuo.

sate-ayam.jpg
Ada enam restoran yang cukup besar yang bisa kita temui yaitu Rumah Makan AZ yang menyediakan menu khas daging kambing seperti gulai, kari, sate dan lain-lainnya. Ada lagi RM Kairo yang – ini hebatnya – justru menyediakan masakan khas Timur Tengah, serta tiga restoran khusus seafood yang terletak di pantai Boalemo. Ikan bakar yang bisa kita nikmati pakai dabu-dabu, yaitu irisan bawang merah, cabai serta tomat yang direndam di minyak kelapa panas, membikin nafsu makan menggebu-gebu.

Ada yang istimewa di sini. Ikan napoleon yang berharga ratusan ribu per kilo di Jakarta, di sini bila musim tiba dan ada nelayan yang berhasil menangkapnya. Cuma berharga Rp 25.000 per kilonya. Selain itu Boalemo yang terletak di tepian Teluk Tomini ini juga terkenal dengan ikan terbangnya (bolihutuo).

Menurut nelayan setempat, ikan-ikan dari berbagai penjuru laut di Tanah Air, suka datang ke Teluk Tomini yang tenang itu untuk bertelur. Seorang nelayan asal Marissa mengatakan, ia pernah menangkap ikan tuna yang sudah diberi peneng yang menyebutkan ikan itu pernah ditangkap di Kepulauan Seribu, di Teluk Jakarta. Ikan itu ia lepaskan kembali, karena ia percaya tangkapannya itu sebuah objek penelitian ilmiah.

Lembah Tilamuta terletak kira-kira lima kilometer sebelah utara ibu negeri. Di sana dibangun sebuah kompleks peristirahatan, yang terdiri dari ruang pertemuan, kamar serta dangau-dangau. Letaknya yang berada di lembah dan di ujung sebuah tikungan berbentuk huruf U cukup menarik. ia menawarkan peristirahatan tenang di alam pegunungan. Tak jauh dari kompleks itu bumi perkemahan dengan fasilitas umum komplet termasuk kamar mandi, toilet, serta tempat beribadah.

gula-merah.jpg

Kita dapat melihat di sekitar tempat itu ada beberapa orang pembuat gula merah dari nira pohon enau (aren). Pengunjung dapat menyaksikan bagaimana proses pembuatan gula merah itu, mulai dari perebusan nira hingga pencetakan dan pembungkusan pakai daun palem yang sangat khas daerah Gorontalo. Di taman kita pun bisa bermain-main dengan beberapa ekor kijang yang sengaja dipelihara dan dibiarkan bebas lepas.

Lima kilometer dari tempat itu terdapat air terjun Ayuhulalo, yang sedang dikembangkan oleh Pemkab Boalemo sebagai salah satu unggulan tujuan wisata. Daerah sejuk ini terletak di ketinggian kira-kira 200 m di atas permukaan laut. Penduduk setempat percaya air terjun ini lebih indah dari Bantimurung yang ada di Sulsel. Benar tidaknya tentulah harus kita saksikan sendiri.