belajar bahasa jepang yuk!


 a   i   u   e   o 

 ka   ki   ku   ke   koキャ 

kya  キュ kyu  キョ kyo 

 sa    shi    su    se    so

シャ sha   シュ shu   ショ sho 

 ta    chi    tsu    te    to

 da     ji    zu     de    do

チャ cha   チュ chu    チョ cho 

 na      ni    nu    ne     no

ニャ nya    ニュ nyu    ニョ nyo 

 ha    hi    fu    he    ho

ヒャ hya   ヒュ hyu    ヒョ hyo 

 ma     mi    mu    me    mo

ミャ mya    ミュ myu    ミョ myo 

 ya    yu    yo 

 ra    ri    ru    re    ro

リャ rya   リュ ryu   リョ ryo 

 wa        wo

 n 

 ga    gi    gu     ge     go

ギャ gya    ギュ gyu    ギョ gyo 

 za    ji    zu    ze    zo

ジャ ja   ジュ ju   ジョ jo 

 ba     bi    bu    be    bo

ビャ bya   ビュ byu   ビョ byo

  pa     pi    pu    pe    po

ピャ pya    ピュ pyu    ピョ pyo

Iklan

Huruf hiragana adalah alphabet tradisional jepang, seperti inggris yang mempunyai 26 alphabet roman, Hiragana merupakan daftar suku kata, yang berarti setiap hurufnya mewakili satu suku kata atau bunyi. Yang identik dengan huruf roman adalah huruf vokalnya (A, I, U, E, O) dan huruf N. Keenamnya dapat ditulis dan ucapkan sesuai hurufnya masing-masing. Sedangkan huruf hiragana lainnya mewakili bunyi dari dua huruf atau lebih. untuk lebih jelasnya dapat dilihat dibawah ini.

(a) (i) (u) (e) (o)

(ka)  (ki)  (ku)  (ke)   (ko)

きゃ (kya)  きゅ (kyu)  きょ (kyo) 

(sa)  (shi)   (su)  (se)  (so)  

しゃ (sha)  しゅ (shu)  しょ (sho) 

(ta)  (chi)  (tsu)   (te)  (to)

ちゃ (cha)  ちゅ (chu)  ちょ (cho) 

(na)  (ni)  (nu)  (ne)  (no)

にゃ (nya)  にゅ (nyu)  にょ (nyo) 

(ha)  (hi)  (fu)  (he)  ho

ひゃ (hya)  ひゅ (hyu)  ひょ (hyo) 

(ma)  (mi)   (mu)  (me)   (mo)

みゃ (mya)   みゅ (myu)  みょ (myo) 

(ya)    (yu)   よ (yo) 

(ra)  (ri)    (ru)  (re)   (ro)

りゃ (rya)   りゅ (ryu)  りょ (ryo) 

(wa)            (wo) 

(n)  

(ga)   (gi)   (gu)    (ge)   (go)

ぎゃ (gya)   ぎゅ (gyu)  ぎょ (gyo) 

(za)    (ji)    (zu)    (ze)    (zo)

じゃ (ja)    じゅ (ju)   じょ (jo) 

(da)    (ji)    (zu)    (de)    (do)

ぢゃ (ja)   ぢゅ (ju)   ぢょ (jo) 

(ba)   (bi)     (bu)    (be)    (bo)

びゃ (bya)   びゅ (byu)   びょ (byo) 

*(pa)     (pi)     (pu)   (pe)    (po)  

ぴゃ (pya)   ぴゅ (pyu)   ぴょ (pyo)

SALAM DAN UNGKAPAN SEHARI-HARI DALAM BAHASA JEPANG (NICHIJOU AISATSU TO HYOUGEN)

Halo minasan jumpa lagi dalam pelajaran bahasa jepang. Kali ini kita mempelajari mengenai salam dan ungkapan sehari-hari dalam bahasa jepang. Berikut ini adalah beberapa di antaranya.

.) Terimakasih (Arigatou Gozaimasu)

Secara gramatik berarti “sulit (bagi saya) untuk menerima (kebaikan dari anda)”. Di ucapkan ketika orang lain telah membantu / memberikan sesuatu kepada kita.

Ungkapan terima kasih ini mempunyai berbagai macam varian.

Kita bisa menambahkan kata どうも– Doumo di depannya, yang bisa diartikan “Sangat/Sekali” どうも ありがとう ございます.

Kita-pun dapat juga mengubahnya menjadi bentuk lampau, ketika bantuan / sesuatu dari orang lain telah kita terima ありがとう ございました.

Dapat juga kita pakai dengan cara memenggal, dan mengambil salah satu katanya saja どうも atau ありがとう saja, yang sudah berarti “Terimakasih” namun merupakan ungkapan tidak formal / ungkapan plain.

Di kalangan remaja, ada kata サンキュー – Sankyuu yang diserap dari kata bahasa Inggris ”Thankyou”. Bahasa Slank ini kadang ditulis dengan angka 39 (angka 3 dalam bahasa jepang dibaca “san” dan angka 9 dibaca “kyuu”), bahasa sms nee… hehehe ^o^

Di daerah Oosaka, ada juga dialek daerahおおきに yang kadang dipadukan menjadi おおきに どうも yang juga berarti “Terimakasih.

.) Ucapan ketika akan mulai makan / minum ( Itadakimasu )

Secara gramatik berarti “Saya menerima”. Ucapan “Itadakimasu” mengandung makna rasa syukur dan terima kasih kepada semua yang telah berjasa, sehingga seseorang dapat menyantap suatu makanan / kadang termasuk minuman. Dalam bahasa Indonesia (termasuk dalam Dorama dan Anime) kata “Itadakimasu” sering diartikan menjadi “Selamat makan” atau “Saya makan”.

.) Ucapan ketika selesai makan / minum ( Gochisousama deshita )

Kata ごちそう ( gochisou) berarti “Hidangan yang lezat”. Gochisousama deshita diucapkan untuk berterimakasih kepada semua yang telah berjasa menyediakan makanan untuk kita. Kadang diartikan menjadi “Saya selesai makan” atau “Terimakasih atas makanannya”.

Ketika diajak pergi makan oleh orang lain, orang Jepang mempunyai kebiasaan mengucapkan gochisousama deshita berulang-ulang. Pertama ketika dia baru saja selesai makan. Kedua ketika mereka pulang dan akan berpisah kembali ke tempat tinggal masing-masing. Dan ketiga, adalah ketika mereka bertemu lagi keesokan harinya, atau beberapa hari setelah itu.

Hal tersebut adalah hal yang lazim, dan dianggap sebagai sebuah sopan santun.

.) Saya berangkat ( Ittekimasu )

Arti ittekimasu yang lebih tepat sesuai dengan asal kata-nya adalah “Saya pergi dan akan kembali lagi”. Diucapkan oleh seseorang yang akan berangkat meninggalkan suatu tempat, kemudian dia akan kembali lagi ke tempat itu. Orang Jepang mempunyai kebiasaan mengucapkan いってきます (ittekimasu) ketika mereka pergi dari rumah.

.) Silahkan berangkat ( Itte(i)rasshai )
Merupakan jawaban dari いってきます( ittekimasu) . Bunyi “I” di tengah-tengah bisa dihilangkan. Diucapkan kepada orang yang akan pergi dari suatu tempat, dan dia akan kembali lagi (misalnya diucapkan ke anak yang akan berangkat ke sekolah)

Yang perlu diketahui adalah, dalam kehidupan sehari-hari, bisa juga kedua ungkapan di atas dibalik, seseorang yang berada di rumah lebih dulu mengucapkanいってらっしゃい dan orang yang akan pergi baru mengucapkanいってきます. Bukan sebuah contoh percakapan formal, tapi patut untuk diketahui.

Coba minasan lihat penggunaan lainnya pada contoh di bawah ini:

ヤマピ : ともこちゃん、いま から いっしょに えいがかん に いかない?( tomoko chan, ima kara issho ni eigakan ni ikanai ?
ともこ: ええ? じゃ、いってらっしゃい。。。( ee ? ja, itterasshai…)

Yamapi : Tomoko-sayang… abis ini ke bioskop bareng2 yuk?
Tomoko : Hh? Oke kalo gitu…. selamat jalan… 😛

Di percakapan itu “Itterasshai” dipakai oleh Tomoko untuk menolak ajakan Yamapi secara kasar dan dengan unsur bercanda. “Itterasshai” disitu bisa diartikan, “berangkat sendiri sono gih, aku disini aja ga ikutan ^v^ .

.) Selamat datang ( Irasshaimase ) いらっしゃいませ

Merupakan kata yang sering dipakai oleh pelayan toko untuk memberi sambutan kepada para costumer-nya. Irasshaimase hampir tidak pernah dipakai di kantor-kantor pelayanan umum, bank, kantor pos, juga oleh pribadi ketika menyambut seseorang. Ungkapan lain yang juga berarti “Selamat datang” adalah いらっしゃいIrasshai dan ようこそYoukoso.

.) Saya kembali ( Tadaima) ただいま

Sering juga diartikan “Saya pulang”. Diucapkan ketika kita kembali dari suatu tempat.

.) Selamat datang kembali ( Okaerinasai ) お帰りなさい

Merupakan jawaban dari Tadaima. Berasal dari kata かえり yang berarti pulang, dan なさい yang berarti silakan.

Shinchan (Nohara Shinosuke di Crayon Shinchan) selalu terbalik mengucapkan kedua salam ini. Dia selalu mengucapkan Okaerinasai ketika dia pulang, bukan Tadaima ^v^

.) Apa kabar? ( Ogenki desuka ) お元気ですか

Dipakai untuk menanyakan keadaan orang lain. Kita bisa menjawabnya dengan はい、元気です Hai, genki desu – Iya, sehat. Atau はい、お蔭様で Hai, okagesama de – Iya, berkat doa anda (saya baik-baik saja).

.) Diucapkan ketika pergi terlebih dahulu (Osakini ) お先に
Lengkapnya adalahお先に失礼します Osakini shitsureishimasu. Berarti “Saya pergi duluan”. Dalam situasi di kelas misalnya, ketika kita ingin pulang terlebih dahulu, sementara teman-teman yang lain masih berada di dalam kelas, kita mengucapkan Osakini shitsureishimasu. Orang yang kita tinggalkan menjawabnya dengan お先にどうぞ osakini douzo yang berarti “Silakan duluan”.

.) Terimakasih telah bersusah payah ( Otsukaresama deshita) お疲れ様でした
Biasa juga diartikan “Terimakasih atas kerjasamanya”. Otsukaresama deshita diucapkan untuk situasi dimana beberapa orang telah selesai melakukan suatu pekerjaan / hal secara bersama-sama. Di dalam kelas, di dalam sebuah acara, ketika akan pulang dari tempat kerja dsb. Lazim juga diucapkan dengan dipenggal おつかれさま おつかれさん atau おつかれ saja. Bentuk lain yang artinya sama, tapi bentuknya lebih tidak sopan adalahご苦労様でした Gokurousama deshita.

.) Sampai jumpa besok ( Ja, mata ashita ) じゃ、また あした
Ashita berarti “Besok”. Kata Ashita disitu bisa diganti dengan kata-kata lain seperti あとで “Sebentar lagi”, らいしゅう “Minggu depan”, らいげつ “Bulan depan”, dst. Bentuk yang lebih formal adalahでは、また Dewa, mata. Sedangkan bentuk yang tidak formal antara lain じゃ ね Ja ne, atau じゃ、また ね Ja, mata ne, serta ほんじゃ Honjya (logat Kansai/Osaka).

.) Permisi ( Ojyama shimasu ) お邪魔します
Jama berarti “Gangguan” sehingga Ojamashimasu bisa diartikan “Saya mengganggu”. Dipakai ketika akan masuk ke kamar / rumah orang lain, atau juga sekedar basa-basi ketika akan meminta bantuan.

.) Permisi ( Gomen kudasai ) ご免ください
Gomen kudasai diucapkan ketika kita akan bertamu ke rumah seseorang. Bisa juga sebagai pengganti mengetuk pintu.

.) Telah merepotkan (Osewani narimasu) お世話になります
Osewani narimasu adalah saya telah merepotkan anda”. Merupakan ungkapan yang diucapkan ketika kita merasa telah membuat orang lain repot karena kita.

.) Tolong ( Onegai shimasu ) お願いします
Merupakan permohonan ketika kita ingin meminta pertolongan kepada orang lain. “Mohon bantuannya” “Mohon kerjasamanya”. Ada juga kata よろしく yang artinya juga sama seperti Onegaishimasu. Kadang keduanya digabung menjadi よろしくおねがいします Yoroshiku onegaishimasu, atau yang lebih sopan lagiよろしくおねがいいたします Yoroshiku onegaiitashimasu. Artinya akan sama sekali berbeda ketika kita menambahkan kataどうぞ di depannya.

.) Salam kenal ( Hajimemashite ) はじめまして
Diucapkan ketika mengawali perkenal saat kita bertemu pertama kali dengan seseorang. Dalam bahasa Inggris sama artinya dengan “How do you do”.

.) Terimalah perkenalan dari saya ( Douzo yoroshiku onegai shimasu ) どうぞよろしくお願いします
Walaupun maknanya mirip dengan よろしくおねがいします, tapi ungkapan ini dipakai ketika kita mengakhiri saja. Lebih umum disingkat menjadi どうぞよろしく saja. Jawaban untuk kalimat ini adalahこちらこそ よろしくおねがいします “Senang juga berkenalan dengan anda, mulai sekarang, sayapun akan membutuhkan bantuan dari anda”.

.) Selamat pagi ( Ohayou gozaimasu ) お早うございます
Walaupun tidak mengandung kata yang dalam bahasa Jepang berarti “Pagi”, tapi kata inilah yang diucapkan ketika kita pertama kali bertemu seseorang suatu hari. Untuk teman akrab atau orang yang kedudukannya di bawah kita, kita bisa mengucapkan お早う Ohayou.
お 早うございます diucapkan sejak dini hari, sampai sekitar jam 11 pagi.

.) Selamat siang ( Konnichiwa ) 今日は
Konnichi berarti “Hari ini”. Konnichiwa diucapkan mulai tengah hari, sampai matahari tenggelam. Yang perlu diingat, salam seperti Ohayou gozaimasu, Konnichiwa dan Konbanwa hanya dapat kita ucapkan ke seseorang satu kali dalam sehari. Lebih dari itu, jika kita bertemu lagi dengan orang yang sama dan ingin mengucapkan salam, kita bisa pake “Doumo” sambil menganggukkan kepala sedikit.

.) Selamat malam ( Konbanwa ) 今晩は
Konban berarti “malam ini”. Dengan menambahkan partikel WA di belakangnya, kata ini berubah menjadi salam, yang diucapkan pada waktu malam hari.

.) Lama tidak bertemu ( Ohisashiburi desu ) お久しぶりです
Sesuai dengan artinya, diucapkan ketika bertemu orang yang kita sudah lama tidak berjumpa dengannya. Bentuk yang lebih kasar adalahしばらくです Shibaraku desu.

.) Selamat ( Omedetou gozaimasu ) おめでとうございます
Selamat. Biasa digabung dengan kata lain seperti 新年おめでとうございます Shinnen omedetou gozaimasu “Selamat tahun baru” ご結婚おめでとうございます Go-kekkon omedetou gozaimasu “Selamat Menikah” 誕生日おめでとうございます Tanjoubi omedetou gozaimasu “Selamat ulang tahun” バランおめでとうございます Rubaran omedetou gozaimasu “Selamat Lebaran” dst.

.) Selamat tidur ( Oyasumi nasai ) お休みなさい
Diucapkan ketika kita berpisah dengan orang lain untuk tidur, atau… berpisah ketika sudah larut malam.

.) Maaf ( Sumimasen ) すみません
Digunakan untuk meminta maaf atas kesalahan kita, atau berterima kasih ketika orang lain melakuka hal yang seharusnya tidak perlu dia lakukan untuk kita. Ada juga yang mengucapkannya dengan すいません. Bentuk biasa dari ungkapan ini adalah ご免なさい Gomennasai, atau ごめん Gomen. Kata lain yang artinya mirip adalah しつれいします Shitsureishimasu, yang berarti “Maaf atas kelancangan saya”.

.) Halo ( Moshimoshi ) もしもし
Ada cerita yang mengatakan bahwa, kata ini dipakai karena setan tidak bisa mengucapkan kata “moshimoshi”. Ini menandakan bahwa orang yang mengangkat telepon dari kita benar-benar manusia, bukan hantu setan atau sejenisnya. Beneran lho ^ v ^ !!!. Biasanya, kata ini cuma dipakai untuk pembicaraan di telepon saja.

.) Selamat Tinggal ( Sayounara ) さようなら
Merupakan ucapan ketika akan berpisah untuk jangka waktu yang lama, bahkan mungkin tidak akan bertemu lagi. Merupakan kependekan dari kalimat bahasa Jepang Klasik さようならば おいとまをもうします Sayounaraba oitoma o moushimasu.

source:tadotsugakuen.

OK sampai sini dulu ya, kalo minasan ada pertanyaan seperti biasa silahkan isi di komentar. Ja ne !!

Mengenal Hiragana

Untuk menuliskan kata, kita cukup menggabungkan huruf per huruf. Misal seperti contoh diatas, WATASHI bisa ditulis dengan menggabungkan huruf WA + TA + SHI. Oh iya, untuk penulisan Bahasa Jepang sebenernya tidak pernah ada spasi, tapi untuk tahap belajar, biasanya ada buku yang menggunakan spasi antar tiap kata atau menggunakan spasi setelah partikel.
Yang perlu diperhatikan lagi adalah, di dalam Bahasa Jepang ada konsonan rangkap dan vocal panjang. Ini penting karena beda panjang pendek dan rangkap tidaknya konsonan suatu kata bisa mengubah artinya.
Untuk konsonan rangkap bisa kita tulis dengan menyisipkan huruf TSU kecil. Misalnya, kata KEKKOU ditulis dengan huruf KE + TSU kecil + KO + U (besar huruf TSU kecil –dan huruf kecil YA YU YO atau yang lain– yang paling ideal adalah: tinggi setengah dari huruf besar, jadi ukurannya cuma seperempat huruf besar.
Aturan konsonan rangkap di atas tidak berlaku untuk NN dobel karena dalam Hiragana ada huruf N (dibaca NG), jadi MINNA ditulis MI + N + NA.
Kemudian untuk vocal panjang ada beberapa macam cara penulisan.
Vokal panjang A AA ditulis dengan menambah huruf A
Vokal panjang I II ditulis dengan menambah huruf I
Vokal panjang U UU ditulis dengan menambah huruf U
Vokal panjang E EE / EI ditulis dengan menambah huruf E atau I
Vokal panjang O OO / OU ditulis dengan menambah huruf O atau U
Contohnya kata SENSEI (:guru), sukukata SE yang belakang panjang, bunyi SE panjang-nya diperoleh dengan menambahkan huruf I. Lalu kata ONEESAN (:kakak cewek, untuk orang lain), bunyi NE-nya dipanjangkan dengan menambah huruf E dibelakang NE.
Tapi yang perlu diperhatikan adalah, untuk masing-masing kata sudah ditentukan cara menulis vocal panjangnya. Misalnya GAKKOU (: sekolah), walaupun ada yang menulis Romaji-nya dengan GAKKOO, tapi tetap saja penulisannya menggunakan GA + TSU kecil + KO + U, U tersebut tidak bisa diganti O walaupun akan sama-sama berbunyi KO panjang. Itu yang perlu hati-hati ya.
Kalau per kata sudah, sekarang kita mulai menulis kalimat. (untuk struktur dan cara penyusunan kalimat, silakan lihat di artikel yang terdahulu).
Intinya untuk penulisan dalam kalimat, tinggal menggabung-gabungkan kata-kata saja. Untuk spasi bisa beri bisa juga tidak (untuk tahap pemula lebih baik diberi spasi tiap kata, agar lebih mudah membacanya). Yang perlu diperhatikan adalah setiap akhir kalimat harus diberi titik / maru (lihat contoh). Kemudian untuk partikel WA, partikel E dan partikel O ditulis dengan menggunakan huruf HA, HE dan WO.

Mengenal Katakana 

Setelah mempelajari Hiragana, kali ini kita akan belajar Katakana. sebenernya, Katakana tuh cenderung lebih simple daripada Hiragana. Karakter hurufnya cederung kaku dan mudah ditulis, tidak melengkung atau berkelok-kelok seperti Hiragana.

Tapi nyatanya siswa tingkat dasar lebih susah mengingat Katakana dibadingkan Hiragana. Mungkin karena dalam pelajaran, Huruf Hiragana lebih sering muncul daripada Katakana.
Pada dasarnya Katakana juga terdiri dari 46 karakter utama (walaupun WO jarang sekali digunakan, jadi bisa dianggap cuma 45^^). Ada juga penambahan tenten, maru, dan YA YU YO kecil untuk karakter YOON. Selain itu ada beberapa penambahan kombinasi huruf yang lazim dipakai untuk mengadopsi bunyi-bunyi dari bahasa asing. Misalnya FA diperoleh dengan menggabungkan FU dan A kecil. Huruf yang didepan diambil konsonannya, dan yang dibelakang diambil bunyi vokalnya.
Untuk konsonan rangkap, aturannya sama dengan Hiragana. Ditulis dengan menyisipkan TSU kecil (dalam hal ini TSU kecil Katakana) kecuali NN yang memang menpunyai huruf N sendiri.
Untuk vocal panjang, aturan Katakana lebih mudah, yaitu tinggal menambahkan SEN atau garis mendatar untuk vocal panjang A I U E maupun O. Jadi lebih praktis kan ya.
Yang agak memerlukan pemahaman adalah, walaupun orang Jepang menggunakan Katakana untuk menuliskan bahasa serapan, tapi kata asing tersebut terlebih dahulu di-alihbunyikan menggunakan logat bahasa Jepang. Walaupun mereka ada yang bisa mengucapkannya kata asing mirip aslinya, tapi mereka lebih suka mengucapkan kata asing menggunakan logat Jepang. Misalnya kata SOCCER di ucapkan menjadi SAKKAA. TELEVISION diambil yang depan saja menjadi TEREBI (V=B), TELEPHONE CARD menjadi TEREHON KAADO (L=R) dst. Makanya nama MILA jika diucapkan dalam dengan logat Jepang menjadi MIRA, FIRMAN menjadi FIRUMAN dst. Kalo udah begini, kelihatan kalau orang Jepang tuh suka semena-mena yak, hehehe.
ASAL KATA BAHASA JEPANG
DEPARTEMENT STORE =>DEPAATO (huruf R jadi bunyi panjang)
APARTMENT =>APAATO
SOFTWARE =>SOFUTO / SOFUTOWEA
RADIO =>RAJIO
SHIRT =>SHATSU
MILK =>MIRUKU (L=R, vokalnya diambilkan U)
ADVISE =>ADOBAISU
SHARP PENCIL => SHAAPUPENSHIRU
DUCTH =>DOITSU
AMERIKA =>AMERIKA (bunyi E tetap E)
SEMARANG =>SUMARAN (bunyi E* menjadi U)
KERJA =>KURUJA
RAHMAT => RAMAT / RAAMAT / RAFUMAT
TRIWAHYONO => TORIWAHIYONO
ANDRI => ANDORI
GEORGE => JOOJI
FIKRI => FIKURI
Raviza => Rafuiza

oke sampai sini dulu ya kalau ada masalah ataupun sekedar ingin tanya-tanya silahkan kirim di komentar saya ya. Jya mata ne!! Otsukaresama deshita. ^v^

Ada beberapa cara untuk memanggil orang lain dalam Bahasa Jepang. Cara memanggil tersebut dipengaruhi tingkat kedekatan/keakraban dengan lawan bicara, faktor usia, kedudukan dalam suatu organisasi, dan senioritas.
Secara umum ada beberapa kata yang bisa ditambahkan di belakang nama seseorang.

1. SAN
Bisa diartikan Saudari, Saudari, Bapak, Ibu, Tuan, Nyonya, Nona dsb. Kita bisa menambahkan SAN pada nama orang lain baik laki-laki maupun perempuan untuk memberi kesan kita menghormati dia. MIRA-san = saudara MIRA, YAMADA-san = tuan YAMADA dsb.
2. SAMA
Lebih tinggi dan lebih sopan daripada SAN. Dipakai untuk menyebut kaisar, raja, Tuhan dan orang-orang yang sangat dihormati. OOSAMA = raja, KAMISAMA = Tuhan, SUHARTO-sama = Bapak Suharto dsb.
3. KUN
Digunakan untuk memanggil orang yang sudah sangat akrab dengan kita (khusus jika yang kita panggil adalah laki-laki), bisa juga untuk memanggil anak laki-laki yang lebih muda dari kita. Di Jepang, KUN biasa digunakan dibelakang NAMAE (given name, nama diri sendiri), bukan dibelakang MYOUJI (atau family name / nama keluarga) (walaupun ada juga yang pake MYOUJI + KUN tapi dikit banget). Kalau namanya TEPPEI KOIKE, maka kita bisa manggil dia KOIKE-san atau TEPPEI-san, atau kalau sudah akrab bisa manggil pakai TEPPEI-kun. Jangan sembarangan pakai KUN ke orang yang belum akrab ya. Bukannya apa-apa, daripada dapat tamparan lebih baik kan manggil dengan yang lebih sopan, hehehe.
4. CHAN
CHAN biasa dipakai di belakang NAMAE. Digunakan untuk memanggil anak kecil dan mempunyai kesan yang dipanggil tuh masih imut-imut. Pernah dengar kan, SHIN-CHAN, MARUKO-CHAN dsb. Selain itu ketika orang Jepang manggil cowok atau ceweknya biasa juga pake CHAN. Kalo namanya TETSUYA bisa disingkat jadi TET-CHAN artinya kira-kira TETSU sayang, gitu hehehehe ^_^

Selain menambahkan beberapa kata di atas di belakang nama orang lain, bisa juga kita manggil orang lain pake nama jabatannya. Yang paling sering dipake antara lain:
1. SHACHOU
Artinya direktur perusahaan.
2. BUCHOU
Berarti manager / kepala bagian. Bisa juga kita nambahkan MYOUJI-nya di depan. Kalo yang belajar pake Minna no Nihongo pasti ga asing dengan nama Matsumoto-Buchou.
3. SENSEI
Di depannya bisa kita tambahkan nama, atau langsung menyebut dengan SENSEI saja. Selain untuk memanggil guru atau dosen kita, kata sensei juga dipakai untuk memanggil orang yang telah mengajari kita sesuatu pengetahuan baru, apa saja (jadi, panggil saya YOHAN SENSEI ya ^_^”) Sensei juga dipakai untuk memanggil dokter, pengacara, komikus, dan orang-orang yang dianggap sangat kompeten di bidangnya.
4. SENPAI
Artinya senior. Orang Jepang sangat menjunjung senioritas baik di sekolah, tempat kerja maupun organisasi lain. Makanya banyak anak sekolah yang tunduk dan ga berani macem-macem sama seniornya (bahkan sampai ada kekerasan dan pelecehan yang ga terungkap cuma karena takut sama seniornya lho, dan kasus kayak gitu ga cuma satu dua+_+). Sama seperti SENSEI kata SENPAI bisa langsung digunakan, atau menambahkan nama di depannya.

Ada lagi cara memanggil orang lain menggunakan jenis pekerjaan / bidangnya + SAN, contohnya:
1. TAIKO-SAN
Untuk memanggil orang yang suka main taiko / drum Jepang.
2. SHACHOU-SAN
Untuk memanggil pimpinan perusahaan kita.
3. OMAWARI-SAN
Untuk memanggil orang yang suka berputar-putar, hehehe, kalau disini maksudnya polisi (kan suka patroli ya^^).
4. KONPYUUTAA-SAN
Untuk memanggil orang yang kerja di bagian komputer, dsb.
Jya, gakusei-san tachi ^_^ kyou wa korede owarimashou.

(source:yohanpuri.blogspot.com)

typo35.jpg

typo36.jpg

typo37.jpg

ket: gambar 1) Hiragana a-i-u-e-o, ada lebih dari 40 macam karakter

gambar 2) Katakana a-i-u-e-o, juga terdapat lebih dari 4o karakter

gambar 3) Kanji, terdapat ribuan karakter Kanji dan setiap karakter mewakili sebuah arti, dari kiri ke kanan: “mata, pohon, burung, tangan, dan gunung”.

Mengenal Huruf dalam Bahasa Jepang (1)

Bagian Satu : Tentang Kanji, Hiragana, Katakana dan Romaji
Halo. Selamat datang..Kali ini kita akan mempelajari huruf / aksara yang dipakai dalam penulisan Bahasa Jepang. Minasan sudah tahu? Pernah belajar?
Ok, kita mulai, ya. Kalau minasan lihat gambar di atas/samping, itu semua adalah contoh huruf Jepang. Nomor 1, 2, 3, dan 4 semuanya dibaca SAKURA artinya bunga sakura. Jadi dalam Bahasa Jepang huruf yang digunakan 4 macam, yaitu Kanji, Hiragana, Katakana dan Romaji (atau ada juga yang menyebutnya Romanji). Lhoh, kok banyak banget ya hurufnya? Hehehe, iya memang dan susahnya keempat-empatnya tuh dipakai semua dalam Bahasa Jepang.
Ceritanya nih duluuuu sekali, orang Jepang tidak punya karakter tulisan untuk menuliskan Bahasa Jepang. Mereka cuma mengenal cara menggambar yang sangat tidak praktis. Coba bayangkan, kalau misalnya mau nulis “pada jaman dahulu kala, tinggallah seekor singa galak, kejam, bringas -namun sayang kepada teman-temannya- bersama 10 keluarganya di hutan yang sangat lebat”, trus nulisnya pake gambar gimana hayo…. Susah kan ya ^_^
Orang Jepang kemudian berpikir cara yang lebih praktis. Mereka akhirnya berpikir untuk memakai huruf China dan mengirimkan orang-orangnya untuk belajar huruf China.
Huruf China yang mereka pelajari dan kemudian nanti dikenal dengan nama Kanji ini, tidak serta merta langsung digunakan dalam Bahasa Jepang. Ini nih yang agak perlu pemahaman. Orang Jepang cuma mengambil karakter huruf-nya saja, tidak mengambil bunyinya (ada sedikit ding). Makanya kalau ada huruf yang artinya “orang/manusia” orang Jepang membacanya “hito” atau “nin” atau “jin” sementara orang China (kalo ga salah ni) membacanya “ren”. Walaupun pada akhirnya nanti ada beberapa cara baca China yang juga diadopsi ke Bahasa Jepang.
Itulah kenapa pembelajar Bahasa Jepang yang berasal dari negara yang menggunakan huruf Kanji, misalnya China, Korea, Taiwan dsb akan lebih cepat menguasai Bahasa Jepang. Alasannya selain artinya yang masih kebanyakan sama atau mirip, bunyi atau cara bacanya pun kadang-kadang juga masih mirip.

Itulah, huruf Kanji akhirnya digunakan dalam Bahasa Jepang. (cerita di atas itu ‘katanya’ lho, ya, soalnya pas kejadian saya belum lahir, jadi ga tau bener ato tidaknya^^ nanti saya cek lagi ke beberapa buku lainnya, hehehe)
Sekarang kita bahas satu per satu ya.
Yang pertama, Kanji. “Kan” artinya “China”, “Ji” artinya “Huruf”, jadi kanji asal katanya berarti huruf China (makanya jangan pakai embel2 kata “huruf “ lagi ya, ‘HURUF Kanji’ itu cara penyebutan yang salah, yang betul KANJI saja).
Kanji ada yang cuma terdiri dari 1 coretan (kanji 1 atau ichi misalnya) ada juga yang sampai satu huruf terdiri dari lebih dari 32 coretan (hhuuaww….)
Tiap kanji biasanya sudah berdiri sendiri dan punya cara baca serta arti sendiri-sendiri, tapi jangan heran kalau ada juga sebuah Kanji yang punya tiga, empat atau mungkin lebih dari lima cara baca. Ini tidak sulit kok! Tidak seperti kelihatannya. Bahkan kalau sudah belajar nanti belajar Kanji jadi salah satu hal menarik ketika kita belajar Bahasa Jepang. Kanji tuh keren loh, ga susah lagi. Lain kali kita akan bahas lebih lanjut tentang Kanji ya…
Kembali ke pembahasan tentang huruf Jepang. Huruf kedua adalah Hiragana. Hiragana merupakan penyederhanaan dari Kanji. Untuk beberapa alasan orang Jepang merasa Kanji tidak begitu praktis untuk digunakan dalam beberapa kesempatan, makanya mereka menyederhanakan Kanji menjadi Hiragana.
Tidak seperti Kanji yang tiap huruf punya arti, Hiragana lebih mirip Aksara Jawa kita. Hurufnya berbunyi menurut baris A I U E O, KA KI KU KE KO, SA SHI SU SE SO, dst. (untuk lebih jelasnya lihat bagian 2 pelajaran mengenal Hiragana).
Hiragana terdiri dari 46 huruf / karakter utama. Selain itu cuma turunan dari karakter utama yang bisa dipelajari perubahannya. Jika huruf di baris KA, SA, TA, dan BA diberi tenten (dibaca: tengteng) atau chonchon (chongchong) yaitu dua garis kecil di kanan atas yang mirip tanda kutip, maka bunyi huruf tersebut menjadi lebih berat. KA menjadi GA, SA menjadi ZA dsb. Ada 20 huruf seperti ini, dan dinamakan karakter dakuon.
Jika pada baris BA, tenten-nya diganti dengan maru (lingkaran) maka suara menjadi lebih berat lagi, PA PI PU PE PO dsb.

Selain huruf di atas, ada satu jenis karakter lagi yang diperoleh dengan menggabungkan huruf-huruf yang berbunyi akhiran I ditambah YA, YU, atau YO kecil. Karakter Hiragana ini dinamakan karakter Yoon.
Yang perlu diperhatikan ketika kita mengetikkan Hiragana di komputer adalah huruf CHI yang diberi tenten bisa muncul jika kita mengetikkan DI, TSU tenten muncul jika kita mengetikkan DU, WO (partikel O) muncul jika kita ngetikkan WO, dan N muncul jika kita mengetikkan NN.
Untuk fungsinya, Hiragana digunakan penuh oleh mereka yang baru belajar Bahasa Jepang dan belum belajar Kanji. Hiragana juga dipakai di atas Kanji (disebut okurigana) untuk menunjukkan cara baca Kanji tersebut. Partikel-partikel dan kata-kata asli Bahasa Jepang bisa dengan bebas kita tulis menggunakan Hiragana, dsb. Begituu…
Itu Hiragana ya….. Terus selain Kanji dan Hiragana, ada juga Katakana. Katakana ini sekarang dipakai untuk menuliskan kata-kata serapan dari bahasa asing, nama-nama orang asing, nama-nama spesies walaupun aslinya menggunakan Bahasa Jepang, kata-kata asli Bahasa Jepang yang berkonotasi negative, dan kata-kata yang mendapatkan penekanan dalam suatu kalimat. Cara dan aturan penulisannya mirip dengan Hiragana.

Satu huruf lagi adalah Romaji atau juga ada yang menyebut Romanji. “Roma” adalah nama “Kota Roma” di Italia. Yang dimaksud Romaji adalah huruf yang terdiri dari alphabet A sampai Z yang setiap hari kita gunakan. Kalau cara nulisnya ga perlu belajar kan ya. Orang Jepang kadang-kadang menggunakan Romaji di kesempatan dia tidak bisa memakai karakter Bahasa Jepang, misalnya pas ngirim sms atau e-mail pakai HP ataw komputer Indonesia yang ga ada Japanese Character-nya. Di tempat2 umum di Jepang, kadang2 penunjuk jalan atau arah juga disediakan versi Romaji-nya untuk memudahkan orang asing.
Yang mungkin diperhatikan adalah ada beberapa orang Jepang yang versi tulisan Romaji-nya berbeda walaupun cara baca atau pelafalannya sama. Lengkapnya lihat table di bawah ya. Ada beberapa cara penulisan (romanisasi) yang berbeda, tetapi cara bacanya tetep sama.
Romaji versi I Romaji versi II Pelafalan
SHI SI SHI
CHI TI CHI
TSU TU TSU
WA HA WA (untuk partikel)
FU FU / HU FU
E HE E (untuk partikel)
RA / RI / RU / RE / RO LA / LI / LU / LE / LO RA / RI / RU / RE / RO
O WO O (untuk partikel)
JI DI JI (untuk CHI tenten)
ZU DU ZU (untuk TSU tenten)
SHA / SHU / SHO SYA / SYU / SYO SHA / SHU / SHO
CHA / CHU / SHO CYA / CYU / CYO CHA / CHU / CHO
JA / JU / JO JYA / JYU / JYO JA / JU / JO (dari SHI)
JA / JU / JO DYA / DYU / DYO JA / JU / JO (dari CHI)
OU OO / OU OO (bunyi O panjang)
TI THI TI (katakana)
TU TOLU TU (katakana)
Jadi, itsumo bisa juga ditulis itumo, tsuzukimasu bisa ditulis tsudukimasu, ja mata ashita bisa ditulis jya mata asita dsb.

ok, sekian dulu ya minasan, kalo ada yang mo ditanya-tanya silahkan isi di komentar, ok!